Jumat, 14 Juni 2013

Pencemaran Sungai Di Kota Batu

Sungai Brantas (1940)
Sungai merupakan jalan air alami. mengalir menuju Samudera, Danau atau laut, atau ke sungai yang lain. Dari dulu hingga saat ini sungai dan manusia tidak dapat terpisahkan, dimana manusia melakukan beberapa kegiatan seperti mencuci, mandi, kakus(MCK) maupun sebagai sumber air untuk mengairi ladang dimana kegiatan tersebut tidak dapat dipisahkan dari sungai.

Seiring berjalanya waktu dan bertambah majunya teknologi membuat sampah-sampah baru terciptakan dan semakin banyak. Dan sebagian sampah yang ada di buang ke sungai mulai dari limbah domestik hingga industri yang tidak bertanggung jawa. Hal ini membuat  sungai tidak lagi bersahabat dengan manusia dan kebiasaan manusia yang dulu sering dilakukan di sungai sekarang menjadi hal yang langka akibat sungai yang semakin tercemar.


Kali ini artikel yang saya buat akan membahas sungai di Kota Batu Propinsi Jawa Timur yaitu Sungai Brantas. Sungai Brantas bermata air di Desa Sumber Brantas (Kota Batu) yang berasal dari simpanan air Gunung Arjuno, lalu mengalir ke Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Jombang, dan bercabang di kabupaten Mojokerto. Dahulu sungai ini merupakan sumber air bagi masyarakat jawa timur khusunya di kota Batu, namun siring berjalanya waktu sungai ini mulai tercemar.  Separuh dari total 12 anak Sungai Brantas di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, tak layak konsumsi akibat pencemaran limbah rumah tangga dan limbah dari perhotelan. Separuh sungai yang tak layak konsumsi tersebut berada di kawasan pusat Kota Batu.
Tingkat pencemaran sungai ini telah melewati ambang batas dan berpengaruh negatif terhadap kehidupan biota perairan serta kesehatan penduduk yang memanfaatkan air sungai. Pembuangan sampah di sepanjang sempadan maupun langsung ke aliran Sungai Brantas bisa merugikan penduduk sekitar dan di kawasan yang lebih rendah. Sampah yang menumpuk menimbulkan bau busuk yang di timbulkan karena fermentasi, sehingga menjadi sarang serangga dan tikus, hal ini dapat menimbulkan kebakaran karena adanya gas metana di tumpukan sampah.


Apabila hal ini terus terjadi bukan tidak mungkin sungai brantas akan menjadi lebih tercemar bahkan beracun. Hal ini harus segera di berikan perhatian karena apabila sungai yang tercemar di biarkan saja maka akan menimbulkan dampak negatif yang terjadi seperti banjir akibat sedimentasi yang menghambat arus air sungai. Selain banjir, dampak lainnya yang serius adalah terjadi abrasi di wilayah daerah aliran sungai Brantas. Sementara di sepanjang kawasan daerah aliran sungai Brantas banyak berdiri rumah-rumah penduduk.


Selain itu sungai yang tercemar juga menimbulkan ancaman penyakit adalah penyakit kulit seperti gatal-gatal hingga diare. Hal ini terjadi karena tidak sedikit  masyarakat yang berada di pinggiran sungai brantas menggunakan air sungai untuk kegiatan mandi, cuci, dan kakus (MCK). Hal ini perlu di perhatikan oleh pemerintah agar dampak yang terjadi bisa di minimalisir.


Kelalaian manusia membuat sungai yang dahulu bersahabat dengan kita kini menjadi ancaman penyakit dan banjir bagi manusia. Harus ada tindakan, harus ada kesadaran dari diri kita terhadap lingkungan kita yang semakin rusak akibat ulah kita sendiri. Untuk itu cintai dan sayangi lingkungan sebab lingkungan merupakan tempat kita berkembang sampai saat ini.

Sumber:


Tidak ada komentar: